Tips memilih Kenwood TR-9130

Kenwood seri TR-9130 diproduksi pertama kali sekitar 25 tahun yang lalu. Radio jenis transceiver ini diciptakan setelah Kenwood mengakuisisi perusahaan elektronik Trio yang pada saat itu telah memproduksi transceiver dengan tipe TR-9000 dengan merk Trio. Setelah mengakuisisi Trio, Kenwood kemudian memproduksi TR-9000 jenis baru dan diikuti dengan produksi tipe TR-9130. Semua radio tersebut digemari karena mempunyai sinyal meter berupa jarum dan dilengkapi dengan RF Gain dan tidak ketinggalan modulasi yang khas.


Karena jenis transceiver atau berikutnya disebut dengan radio ini usianya sudah cukup tua, maka bagi rekan-rekan amatir yang ingin membeli tipe TR-9130 bisa mengikuti tips-tips berikut ini :



Dari luar
1. Perhatikan tutup casing atas dan bawah apakah ada penyok atau cacat fisik lain (kalau gores-gores sudah biasa) terutama apabila telah dicat ulang. Nomor seri pada bagian casing bawah juga menunjukkan tahun pembuatan (terakhir adalah seri kode awal 7) kalau tutup bagian bawah belum dipertukarkan.
2. Lihat bagian bawah, di bagian samping speaker ada tempat baterai, perhatikan apakah terjadi korosi di sana. Kalau terjadi korosi berarti pada umumnya radio tersebut kurang terawat. Akan lebih baik lagi kalau baterai masih di tempat dan berfungsi. Saya kurang setuju dengan alasan baterai dilepas supaya tidak korosi, karena kalau kita mempunyai TR-9130 dan baterai berfungsi dengan baik maka kebocoran cairan baterai tidak akan terjadi (lain halnya kita membiarkan baterai NiCad atau NiMh yang sudah tidak mampu menyimpan daya atau sudah rusak maka apabila terpasang dan otomatis di-charge oleh radio akan terjadi kebocoran baterai).
3. Pada bagian heatsink (pendingin), perhatikan socket-socket yang ada (jack speaker, keyer dsb) dan konektor antena apakah masih simetris atau tidak. Apabila tidak kemungkinan blok rf pernah terbakar atau pernah ada masalah serius. Periksa juga apakah bagian ini pernah dicat ulang.
4. Kemudian perhatikan panel depan, apakah semua tulisan utuh, atau ada cacat fisik pada bagian ini.
5. Jangan lupa perhatikan mic dan kabel spiralnya. Tombol PTT yang terlalu oblak akan menjadikan masalah pemakaian di kemudian hari. Dan kabel mic dekat konektor mic yang dipotong menunjukkan pernah ada masalah pada modulasi (kresek-kresek atau gemuruh akibat jalur PTT rusak).

Setelah cukup kita melihat fisiknya, kemudian kita hidupkan radio-nya

6. Perhatikan apakah semua tombol berfungsi dengan baik (dicoba dipencet satu persatu apakah berfungsi)
7. Lampu sinyal bagi penggemar pesawat ini diharapkan berwarna kuning kehijau-hijauan. Diluar itu apabila warna redup kuning kemerahan meskipun voltase sudah dinaikkan sampai 14 volt dc, menunjukkan bahwa resistor atau lampu pada s-meter pernah ada masalah atau telah diganti. Demikian pula sebaliknya periksa juga apakah lampu s-meter terlalu terang meskipun voltase juga telah diturunkan.
8. Jangan lewatkan, apabila kita pencet tombol up/down di mic maka harus ada bunyi beep dengan nada tinggi dan jelas.
9. Lihat seven segment (display frekuensi) apakah cukup jelas dan normal, tidak berkedip-kedip, waktu radio dihidupkan langsung hidup atau tidak. Coba untuk menghidupkan seluruh angka frekuensi dengan pilih mode FM2 kemudian tekan tombol DS atur ke frekuensi, misal ke 888.00 kemudian masukkan ke memori. Setelah itu aktifkan memori dan perhatikan baik-baik display frekuensinya apakah tiap segmen angka menyala normal. Ini berkaitan langsung dengan CPU, jadi sebaiknya diperhatikan apakah normal atau tidak.

Kemudian kita lanjutkan dengan menghubungkan transceiver dengan antena atau beban dummy (dummy load) dan untuk untuk melakukan pengukuran pergunakan rf & swr meter

10. Cobalah untuk melakukan on-air pada mode FM1 sekitar 1-2 detik dan lepas, perhatikan jarum di s-meter apakah langsung balik ke angka 0 (posisi semula) atau memantul ke kanan dulu. Kalo terjadi pantulan ke kanan biasanya final modul tidak asli (seri M57727 dari Mitsubishi adalah yang asli).
11. Pada saat on-air mode FM1 perhatikan s-meter pada posisi TX hi dan low, standarnya adalah di sekitar s3 dan s20 dengan power output standar adalah 5 dan 25 watt.
12. Cobalah untuk melakukan TX sekitar 10-30 detik perhatikan apakah jarum bergoyang (tentunya dengan ijin penjual).
13. Kalau perlu coba juga mode USB atau LSB apakah output dan posisi jarum meter sesuai dengan modulasi dan apakah power output maksimal mendekati power output high pada mode FM1 di rf & swr meter.

Kalo transceiver sudah terhubung dengan antena luar kita lakukan pengecekan receive.

14. Atur posisi RF GAIN pada jam 5 (terbuka penuh), kemudian cari frekuensi yang ada sinyal stabil mendekati penuh (sekitar 20db), kemudian pelan-pelan putar RF GAIN berlawanan dengan arah jarum jam perhatikan baik-baik, apakah jarum s-meter juga sejalan dengan putaran RF GAIN atau pada saat putaran RF GAIN dari jam 5 ke jam 3 jarum s-meter tidak bergerak atau bahkan bergerak ke kanan dulu. Kalau sampai jarum s-meter ke kanan dulu berarti receive sudah tidak standar (voltase fet sudah di tune)
15. Jangan terpengaruh receive yang bagus yang ditunjukkan dengan sinyal s-meter yang mentok ke kanan. Pada kondisi standar pabrik sinyal s-meter saat menerima pancaran kuat menunjukkan pada angka 10 untuk 0 terakhir (pada skala 1-10 s-meter) saat RF GAIN terbuka penuh. Ini juga berkaitan dengan pernah adanya penyetelan pada bagian receive.
16. Terakhir, dengarkan baik-baik audio yang keluar dari speaker, apakah suaranya jelas dan jernih pada frekuensi audio menengah dan membulat pada frekuensi tinggi atau justru agak terpendam.

Selebihnya kalo penjual memperbolehkan, maka pengecekan dapat kita lanjutkan (menurut penulis tidak perlu, karena kalo semua tips di atas terpenuhi maka radio transceiver Kenwood TR-9130 tersebut layak untuk dibeli dan dijadikan koleksi)

17. Perhatikan sekrup-sekrup pada bagian luar dan dalam radio, apakah sudah sering dibuka tutup
18. Perhatikan bagian PCB apabila radio tersebut terawat dengan baik maka PCB akan terlihat bersih dan terlihat sedikit mengkilap karena adanya lapisan siongka bawaan pabrik. Namun apabila radio tersebut merupakan barang temuan di gudang atau pasar loak kemudian ‘dicuci’ maka PCB akan terlihat bersih dan kesat. Biasanya di beberapa kaki komponen terlihat seperti jamur atau lebih parahnya korosi terutama di komponen IC (blok CPU) dan tentunya di bagian baterai (kalau masih ada).
19. Kemudian perhatikan tata letak kabel (kabel penghubung socket), apakah masih rapi atau sudah terurai.
20. Pada bagian blok CPU (bagian depan) apakah masih orisinil atau sudah ada solder ulang atau bahkan ada kabel jumper tambahan.

Terakhir sekali dan mohon maaf, apabila tips pengecekan di atas belum memuaskan rekan-rekan maka penulis menyediakan Service Manual Kenwood TR-9130 berupa softcopy dimana nantinya untuk pengecekan yang lebih lanjut rekan-rekan dapat mengkalibrasi ulang, mengecek tiap-tiap tegangan pada TP (terminal point) dan mengukur parameter-parameter standar dari pesawat tersebut sesuai dengan pedoman service manual tersebut termasuk untuk fasilitas SSB dan CW.


Selamat berburu Kenwood TR-9130...

Sumber : http://radiomania225.blogspot.com/2009/10/tips-memilih-kenwood-tr-9130.html

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Kang Lintas pada 07.49. dan Dikategorikan pada , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

0 komentar untuk Tips memilih Kenwood TR-9130

Poskan Komentar

2010 Lintas Amatir. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Amatir