Komunikasi Darurat


Yang dimaksud dengan komunikasi dalam keadaan marabahaya ialah penyampaian berita-berita pada saat terjadi marabahaya, bencana alam dan penyelamatan jiwa manusia serta harta benda.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada komunikasi dalam keadaan marabahaya ini antara lain :
  1. Persiapkanlah terlebih dahulu berita yang akan disampaikan (bila perlu secara tertulis) agar penyampaian berita efisien dan efektif.
  2. Usahakan selalu berbicara tepat dimuka mike agar supaya suara/berita dapat diterima dengan jelas, usahakan berbicara dengan nada yang baik, jelas dan perlahan.
  3. Usahakan untuk menekan tombol PTT selama satu detik, sebelum anda mulai mengirimkan berita, hal ini untuk menjaga awal berita tidak terputus, karena umumnya berbicara lebih cepat daripada dari pada mekanisme tombol PTT.
  4. Dalam keadaan darurat seorang operator condong untuk berbicara cepat, harus dijaga supaya berita dapat sampai ketujuan dengan lengkap dan tepat, jadi usahakan untuk berbicara perlahan dan jelas, KETEPATAN BERITA ADALAH UTAMA, KECEPATAN ADALAH KEDUA.
  5. Hindarkan perasaan emosi di udara karena dapat mengeruhkan situasi/keadaan dan membawa kesan negatif terhadap Amatir Radio.
  6. Gunakanlah kata-kata yang jelas, penggunaan kode Q seyogyanya dihindarkan karena dapat disalah artikan.
  7. Apabila harus menyebutkan nomor supaya dieja kata per kata, misalnya nomor "satu kosong tiga lima" dan "tidak seribu tiga puluh lima" yang mungkin sulit dicatat.
  8. Selalu menyebutkan identifikasi yang jelas pada setiap permulaan transmisi jika dipanggil NCS (net control station) atau stasiun lainnya, harus segera mengetahui siapa yang memanggil.
  9. Jangan mencoba untuk menjadi relay station, apabila tidak diminta oleh NCS (net control station)
  10. Jangan anda menerima begitu saja berita tanpa dimengerti, artinya tanyakan sekali lagi sehingga anda-benar-benar mengerti maksudnya. Yang terpenting kirimkanlah berita berdasarkan fakta yang sebenarnya tidak berdasarkan desas desus.
  11. Harus selalu mengetahui secara tepat lokasi anda, sehingga memudahkan stasiun untuk memberikan petunjuk langsung.
  12. Didalam mengirimkan berita dengan handy Transceiver (HT) usahakan supaya anda tetap berada di posisi pada waktu transit dan tidak berjalan-jalan, karena dapat mengakibatkan berita tidak diterima secara sempurna.
  13. Stasiun yang tidak mempunyai berita atau tidak dipanggil, tidak perlu mengudara, anda hanya berbicara kalau ada berita atau dipanggil, usahakan supaya frekuensi selalu clear.
Courtesy of ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia), rewritten by: Aditya Wardana

Sumber :  http://www.tokoradio.com/komunikasi-darurat-bencana

JADILAH ORANG PERTAMA YANG MENGOMENTARI :



Dikirim oleh Unknown pada 16.11. dan Dikategorikan pada , . Kamu dapat meninggalkan komentar atau pesan terkait berita / artikel diatas

0 komentar untuk Komunikasi Darurat

Posting Komentar
Pulau Seribu

.

2010 Lintas Amatir. All Rights Reserved. - Designed by Lintas Amatir