HT, handheld transceiver, atau lebih akrab disebut handy talkie
memerlukan sumber listrik yang utamanya berasal dari battery. Kali ini
akan disajikan tips agar battery HT anda jadi awet dan optimal.
Tips Umum:
-
Jangan menyimpan battery dalam kantong/ tempat di mana terdapat logam
lain (misal: kunci, koin, ballpoin) agar tidak konsleting/ short.
-
Jika harus menyimpan dalam jangka waktu lama, charge penuh battery
tersebut terlebih dahulu, lalu simpan dalam wadah yang bebas lembab.
-
Jika hendak menyimpan HT dalam waktu lama, lepaskan battery dan simpan secara terpisah.
Battery type Li-ion atau Lithium Ion.
Battery ini adalah type yang terbaik saat ini, dengan keunggulan bobot
yang ringan namun berdaya simpan besar, boleh dicharge kapanpun anda mau
(perawatan sangat mudah), namun memiliki kekurangan yaitu tidak boleh
dibiarkan habis total terlalu lama, karena akan memperpendek usia pakai
battery. Agar optimal, hal-hal perlu diperhatikan adalah:
-
Segera charge hingga penuh jika kapasitas battery tinggal 10% - 20 % (satu garis bar di indikator)
-
Hindari suhu yang terlalu panas (misalkan disimpan di dalam dashboard mobil), atau udara yang lembab
-
Hindari overcharge (maksimum 4 jam, normal 2 - 3 jam sudah penuh sesuai indikator full pada charger atau HT)
-
Hindari charge battery dalam kondisi HT on, jika terpaksa harus on, jangan gunakan untuk transmit.
Battery type NiMH atau Nickel Metal Hydride.
Battery ini sedikit lebih berat daripada Li-ion, daya simpan hampir
sama dengan Li-ion, boleh dicharge kapanpun, namun kebalikan dengan
Li-ion, untuk waktu tertentu,misalnya sebulan sekali,battery NIMH justru
harus dikuras habis, dan segera diisi kembali hingga penuh untuk
mengembalikan performa seperti baru. Berikut hal-hal yang harus
diperhatikan:
-
Lakukan discharge (menguras habis daya battery) secara berkala. Saya
biasa menggunakan lampu senter kecil 6V sebagai cara menghabiskan daya
battery hingga benar-benar tidak bisa menyala lagi, baru kemudian
dicharge hingga penuh.
-
Hindari suhu yang terlalu panas (misalkan disimpan di dalam dashboard mobil), atau udara yang lembab
-
Hindari overcharge (tergantung jenis charger, ada yang slow charger
sekitar 6-8 jam, ada yang fast charger sekitar 2-3 jam, sesuai dengan
indikator full pada charger atau HT.
-
Hindari charge dalam kondisi HT on, jika terpaksa harus on, jangan gunakan untuk transmit.
Battery type NiCad atau NiCd.
Ini adalah battery jenis paling kuno, harga paling murah, paling cepat
low batt, usia pakai paling pendek, bobot paling berat dan besar, dan
limbahnya berbahaya beracun bagi lingkungan karena mengandung unsur
cadmium, oleh karena itu dilarang keras membuang sisa battery ini ke
tempat pembuangan sampah, atau dibakar, karena pasti akan meracuni tanah
dan air disekitarnya. Sangat disarankan jika masa pakai battery NiCad
anda habis/ rusak, gantilah dengan battery NiMH atau Li-ion agar
pemakaian HT optimal dan menjaga lingkungan.
-
Hanya boleh charge battery ini jika benar-benar habis, jika masih ada
sisa daya di battery akan menyebabkan memory effect, dimana pada charge
berikutnya tidak akan bisa penuh, sekalipun indikator charger terlihat
full. Semakin banyak memory effect, jarak waktu antara charge dan
charger berikutnya akan semakin pendek.
-
Hindari suhu yang terlalu panas (misalkan disimpan di dalam dashboard mobil), atau udara yang lembab
-
Hindari overcharge (normal 7 - 8 jam sudah penuh sesuai indikator full pada charger atau HT)
-
Hindari charge dalam kondisi HT on, jika terpaksa harus on, jangan gunakan untuk transmit.
-
Hindari membuang battery ini ke tempat sampah atau dibakar. Simpan dan buang di tempat pembuangan khusus (recycle).
Battery Case
Pasti ada di antara anda yang memiliki HT dengan battery case, yaitu casing battery yang bisa diisi battery ukuran AAA, biasanya diisi batery biasa, alkaline atau battery rechargeable
(battery yang bisa dicharge). Battery case ini sangat praktis, karena
cukup membawa cadangan battery yang bisa dibeli di warung/ minimarket,
maka bisa bertahan berhari-hari di area yang jauh dari sumber
kelistrikan PLN, misalnya ketika naik gunung atau camping, atau kegiatan
search & rescue atau darurat bencana.
Di samping battery lithium-ion bawaan dari HT, simpanlah battery case dan stok battery alkaline yang cukup untuk 3 hari,
kurang lebih untuk 4x pengisian battery, sebagai cadangan darurat
tatkala dibutuhkan komunikasi radio namun tidak tersedia catu daya PLN
untuk charging battery.
-
Hindarkan memasang battery lama (walaupun belum habis) bersama dengan battery baru dalam satu case.
-
Hindarkan memasang battery yang berbeda type (misal: alkaline dan battery biasa) dalam satu case.
-
Jika tidak dipakai dalam jangka waktu lama, lepaskan battery dari case untuk menghindari kebocoran daya battery.
-
Simpanlah battery case dan battery-nya di dalam plastik yg bisa
dirapatkan agar aman dari kelembaban udara. Boleh juga melapisi
kutub-kutub di baterry case dengan sedikit grease untuk mencegah udara yang mengandung air menempel di logam dan menyebabkan korosi karat.
-
HT memerlukan daya yang cukup besar, utamanya jika sering dipakai transmit, oleh sebab itu disarankan memakai battery alkaline
yang tahan lama. Belilah battery dalam jumlah lebih banyak sebagai
cadangan darurat, dan simpan di tempat yang mudah dicapai jika terjadi
bencana alam (gempa/ banjir/ kebakaran)
Battery Problem
-
Battery HT tidak bertahan lama setelah dicharge penuh: ganti battery baru
-
Battery HT dicharge penuh, namun HT tidak hidup: bersihkan plat konektor antara battery dan HT
-
Battery dicharge tapi tidak kunjung penuh: bersihkan plat konektor pada battery dan charger, ganti battery baru
Hindari membuang battery rechargeable ke tempat sampah atau dibakar, karena akan meracuni tanah dan air tanah. Simpan dan buang di tempat pembuangan khusus (recycle).
Demikian tips agar battery anda tahan lebih lama sehingga menghemat pengeluaran anda.
Copyright © 2012 by: Aditya Wardana
Sumber : http://www.tokoradio.com/tips-battery-ht